- 1. Pemisahan alat berdasarkan fungsi
- 2. Menggunakan sekat laci yang pas ukuran
- 3. Menyesuaikan isi laci dengan kedalaman ruang
- 4. Menyingkirkan barang yang sudah jarang dipakai
- 5. Mengatur arah peletakan alat dapur
- 6. Memanfaatkan wadah kecil di dalam laci
- 7. Menyesuaikan jumlah alat dengan kebutuhan harian
- 8. Membersihkan laci sebelum menata ulang
- 9. Menentukan satu laci untuk satu kategori besar
- Kesimpulan
perchcasino.id – Mungkin, Ada satu momen yang sering kejadian tanpa aba-aba. Saat kamu lagi masak, tangan sibuk, api menyala, eh… laci dapur dibuka dan isinya kayak konser dadakan. Di titik itulah Cara merapikan laci dapur terasa jadi kebutuhan, bukan sekadar ide iseng. Sendok ketabrak spatula, gunting nyelip di belakang, tutup botol entah dari mana, semua saling sikut tanpa aturan.
Read More : Bukan Sekadar Rapi, Ini Tips Menata Meja Kerja Biar Fokus Nempel
Di tengah kekacauan kecil itu, sebenarnya ada solusi sederhana yang sering disepelekan, padahal efeknya bisa bikin dapur terasa lebih tenang. Kalau kamu penasaran gimana Cara merapikan laci dapur biar bisa berubah dari berisik jadi bersahabat, yuk lanjut baca sampai habis.
1. Pemisahan alat berdasarkan fungsi
Langkah pertama yang sering bikin laci terasa lebih “bernapas” adalah memisahkan alat dapur sesuai kegunaannya. Alat masak harian seperti sendok, garpu, spatula, dan sumpit sebaiknya berada di satu area yang mudah dijangkau.
Alat yang jarang dipakai, misalnya pemotong keju atau pembuka kaleng khusus, jangan ikut nimbrung. Saat semua tercampur, laci terasa sesak walau isinya itu-itu saja. Dengan pengelompokan sederhana, kamu nggak perlu lagi mengobrak-abrik laci sambil mendesah panjang.
2. Menggunakan sekat laci yang pas ukuran
Sekat laci itu ibarat pagar kecil yang menjaga ketertiban. Tanpa sekat, barang gampang bergeser, saling tumpang tindih, dan akhirnya kembali berantakan. Kamu bisa pakai sekat jadi yang bisa disesuaikan atau sekat DIY dari bahan sederhana. Yang penting, ukurannya pas dengan laci dan alat dapurmu. Sekat yang terlalu besar malah bikin ruang terbuang, sementara yang terlalu kecil bikin alat terjepit seperti ikan asin.
3. Menyesuaikan isi laci dengan kedalaman ruang
Nggak semua laci cocok diisi barang yang sama. Laci dangkal lebih ideal untuk peralatan tipis seperti sendok, garpu, pisau makan, atau serbet kain. Laci yang lebih dalam bisa diisi alat besar seperti whisk, sendok sayur, atau penjepit makanan. Saat kamu memaksa semua alat masuk ke satu jenis laci, yang terjadi cuma satu: susah ditutup dan makin susah dicari. Cara merapikan laci dapur akan jauh lebih efektif kalau kamu paham karakter setiap laci.
4. Menyingkirkan barang yang sudah jarang dipakai
Jujur aja, dapur sering jadi tempat pensiun dini bagi barang-barang yang nggak lagi aktif. Sendok plastik yang bengkok, alat promosi entah dari mana, atau tutup wadah tanpa pasangan. Semua itu diam-diam memenuhi laci. Luangkan waktu buat menyortir.
Kalau setahun nggak dipakai, besar kemungkinan ke depan juga nggak akan. Melepaskan barang memang kadang berat, tapi laci yang lega itu rasanya kayak menarik napas panjang setelah hujan.
5. Mengatur arah peletakan alat dapur
Hal kecil tapi berdampak besar adalah arah peletakan. Letakkan gagang menghadap arah yang sama agar laci terlihat rapi dan mudah diambil. Pisau sebaiknya menghadap ke dalam demi keamanan. Saat arah berantakan, mata ikut lelah melihatnya. Sebaliknya, laci dengan susunan searah punya efek visual yang tenang, hampir seperti barisan buku di rak yang rapi.
6. Memanfaatkan wadah kecil di dalam laci
Wadah kecil bisa jadi penyelamat untuk barang-barang mini seperti karet gelang, penjepit plastik, tusuk gigi, atau sendok takar. Tanpa wadah, benda kecil ini gampang nyelip dan hilang. Dengan wadah transparan atau berwarna netral, kamu bisa langsung tahu isinya tanpa perlu bongkar. Cara merapikan laci dapur terasa lebih terstruktur saat setiap benda punya “rumah” sendiri.
Baca juga: Ide Dekorasi Rak Buku yang Estik! Bikin Baca Lebih Betah!
7. Menyesuaikan jumlah alat dengan kebutuhan harian
Kadang masalahnya bukan lacinya, tapi jumlah barangnya. Kamu nggak butuh sepuluh spatula kalau yang dipakai cuma dua. Coba hitung ulang kebutuhan harianmu. Simpan cadangan di tempat lain, bukan di laci utama. Laci dapur idealnya mendukung aktivitas, bukan jadi gudang kenangan alat masak masa lalu.
8. Membersihkan laci sebelum menata ulang
Sebelum semua alat dimasukkan kembali, bersihkan dulu bagian dalam laci. Remah-remah, debu, dan noda minyak sering bersembunyi di sudut. Lap bersih dengan kain lembap, keringkan, baru susun ulang. Laci yang bersih bikin peralatan terasa lebih higienis dan enak dipakai. Ini langkah sederhana, tapi efeknya terasa lama.
9. Menentukan satu laci untuk satu kategori besar
Agar lebih konsisten, biasakan satu laci untuk satu kategori besar, misalnya laci khusus alat makan, laci alat masak, atau laci perlengkapan kecil. Dengan pembagian ini, kamu nggak perlu mikir panjang setiap kali membuka laci. Tangan bergerak otomatis, seperti hafal jalur pulang sendiri.
Kesimpulan
Dapur yang rapi bukan soal pamer ke siapa-siapa. Ini soal kenyamanan kecil yang kamu rasakan setiap hari. Saat laci dibuka tanpa suara berantakan, saat alat langsung ketemu tanpa drama, ada kepuasan sunyi yang susah dijelaskan. Cara merapikan laci dapur bukan pekerjaan sekali jadi, tapi kebiasaan ringan yang bisa kamu jaga. Kalau laci dapurmu sudah tertata, percaya deh, aktivitas masak terasa lebih ringan dan pikiran ikut rapi.

